Saudi Buat Ka'bah di Metaverse, Bagaimana Ibadah Haji?
Arab Saudi menginisiasi pembuatan Ka'bah versi virtual di metaverse.
, JAKARTA -- Arab Saudi menginisiasi pembuatan Ka'bah versi virtual di metaverse. Proyek ini telah diluncurkan pada akhir 2021 oleh Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman Sudais dan dibentuk oleh Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi, bekerja sama dengan Universitas Umm al-Qura.
Metaverse Ka'bah memungkinkan umat Islam melihat secara virtual batu yang dihormati secara agama yaitu Hajar Aswad, atau Batu Hitam, di Makkah. Namun Ka'bah versi metaverse ini menjadi kontroversial di kalangan Muslim di seluruh dunia.
"Inisiatif ini memungkinkan umat Islam untuk melihat Hajar Aswad secara virtual, sebelum ziarah ke Makkah," kata pejabat Saudi dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan inisiatif tersebut, seperti dikutip dari TRT World.
Lantas, apa manfaat dari metaverse Ka'bah ini bagi umat Muslim? Lalu bagaimana dengan pelaksanaan ibadah haji, apakah boleh haji lewat metaverse?
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni'am Sholeh menyampaikan, platform untuk kunjungan Ka'bah secara virtual melalui metaverse bisa bermanfaat untuk mengenali lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan ibadah.
"Ini sangat bermanfaat bagi persiapan pelaksanaan ibadah. Tetapi, pelaksaan ibadah haji dengan mengunjungi Ka'bah secara virtual tidaklah cukup, dan tidak memenuhi syarat," tutur dia kepada Republika.co.id, Rabu (9/2/2022).
Sebab, Kiai Ni'am menjelaskan, aktivitas ibadah haji merupakan ibadah mahdlah dan bersifat taukifi yang berarti bahwa tata cara pelaksanaannya sudah ditentukan. Hal ini sama seperti ibadah sholat, zakat, dan puasa. Dia mengatakan, ada beberapa ritual yang memang membutuhkan kehadiran fisik.
"Haji itu merupakan ibadah mahdlah, bersifat dogmatik, yang tata cara pelaksanaannya atas dasar apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi SAW. Aktivitas manasik haji itu pelaksanaannya juga terkait dengan tempat tertentu, misalnya thawaf," paparnya.
Tata cara thawaf, terang Kiai Ni'am, yaitu dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran dimulai dari sudut hajar aswad secara fisik, dengan Ka'bah berada di posisi kiri. Karena itu, manasik haji dan umroh tidak bisa dilaksanakan di dalam hati, angan-angan, virtual, atau dengan mengelilingi gambar maupun replika Ka'bah.
"Kunjungan virtual bisa dilakukan untuk mengenalkan sekaligus juga untuk persiapan pelaksanaan ibadah, atau biasa disebut sebagai latihan manasik haji dan umrah, sebagaimana latihan manasik di asrama haji Pondok Gede atau tempat lainnya," ungkapnya.
0 Response to "Saudi Buat Ka'bah di Metaverse, Bagaimana Ibadah Haji?"
Posting Komentar